Karimunjawa, Pesona Laut Jawa
Karimunjawa termasuk kepulauan indah yang ada di Indonesia yang terdapat di daerah Jepara. Karimunjawa termasuk dalam Kabupaten Jepara, Jawa Tengah yaitu di pesisir pantai utara Pulau Jawa.
Candi Prambanan
Candi Rara Jonggrang atau Lara Jonggrang yang terletak di Prambanan adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia. Candi ini terletak di pulau Jawa, kurang lebih 20 km timur Yogyakarta, 40 km barat Surakarta dan 120 km selatan Semarang, persis di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sosok Petruk
Petruk adalah tokoh punakawan dalam pewayangan Jawa, di pihak keturunan/trah Witaradya. Petruk tidak disebutkan dalam kitab Mahabarata. Jadi jelas bahwa kehadirannya dalam dunia pewayangan merupakan gubahan asli Jawa. Di ranah Pasundan, Petruk lebih dikenal dengan nama Dawala atau Udel.
Peluang Bisnis Online
Prinsip sederhana bisnis adalah punya produk yang dijual dan tempat untuk menjual produk tersebut serta bagaimana cara menjual produk di tempat tersebut. Fungsi utama website adalah tempat untuk menjual produk, namun lebih dari itu website menyediakan sistem pemasaran produk yang bisa dikustomisasi sesuai keinginan pemiliknya. Selain di website milik sendiri, tempat menjual produk secara online, bisa di tempat lain.
Mengubah Tampilan Facebook Menjadi Facebook Timeline
Sekitar pertengahan s.d. akhir tahun 2011 lalu para pengguna Facebook dapat menggunakan tampilan yang baru, yaitu Facebook Kronologi Timeline.
Mungkin saat ini sudah banyak sekali yang sudah merubah tampilan Facebooknya, bagi anda yang belum dapat merubahnya anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut.
Tuesday, June 28, 2011
10 Ciri Guru Profesional
Monday, June 27, 2011
Pembelajaran Kontekstual - Contextual Teaching and Learning [CTL]
- membuat keterkaitan-keterkaitan yang bermakna,
- melakukan pekerjaan yang berarti,
- melakukan pembelajaran yang diatur sendiri,
- melakukan kerja sama,
- berpikir kritis dan kreatif,
- membantu individu untuk tumbuh dan berkembang (konstruktivisme),
- mencapai standar yang tinggi, dan
- menggunakan penilaian autentik.
Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kontekstual adalah konsep belajar pada saat guru menghadirkan dunia nyata ke dalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari, sementara siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan dari konteks yang terbatas, sedikit demi sedikit, dan dari proses mengonstruksi sendiri, sebagai bekal untuk memecahkan masalah dalam kehidupannya sehari-hari.
Portfolio merupakan kumpulan tugas yang dikerjakan siswa dalam konteks belajar di kehidupan sehari-hari. Siswa diharapkan untuk mengerjakan tugas tersebut supaya lebih kreatif. Mereka memperoleh kebebasan dalam belajar. Selain itu, portfolio juga memberikan kesempatan yang lebih luas untuk berkembang serta memotivasi siswa. Penilaian ini tidak perlu mendapatkan penilaian angka, melainkan melihat pada proses siswa sebagai pembelajar aktif. Sebagai contoh, siswa diminta untuk melakukan survey mengenai jenis-jenis pekerjaan di lingkungan rumahnya.
Tugas kelompok dalam pembelajaran kontekstual berbentuk pengerjaan proyek. Kegiatan ini merupakan cara untuk mencapai tujuan akademik sambil mengakomodasi perbedaan gaya belajar, minat, serta bakat dari masing-masing siswa. Isi dari proyek akademik terkait dengan konteks kehidupan nyata, oleh karena itu tugas ini dapat meningkatkan partisipasi siswa. Sebagai contoh, siswa diminta membentuk kelompok proyek untuk menyelidiki penyebab pencemaran sungai di lingkungan siswa.
Dalam penilaian melalui demonstrasi, siswa diminta menampilkan hasil penugasan kepada orang lain mengenai kompetensi yang telah mereka kuasai. Para penonton dapat memberikan evaluasi pertunjukkan siswa. Sebagai contoh, siswa diminta membentuk kelompok untuk membuat naskah drama dan mementaskannya dalam pertunjukan drama.
- Siswa secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran,
- Siswa belajar dari teman melalui kerja kelompok, diskusi, dan saling mengoreksi,
- Pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata dan atau masalah yang disimulasikan,
- Perilaku dibangun atas kesadaran diri,
- Keterampilan dikembangkan atas dasar pemahaman,
- Hadiah untuk perilaku baik adalah kepuasan diri,
- Siswa mengunakan kemampuan berpikir kritis,
- Terlibat penuh dalam mengupayakan terjadinya proses pembelajaran efektif,
- Ikut bertanggungjawab atas terjadinya pembelajaran yang efektif, dan
- Membawa skemata masing-masing ke dalam proses pembelajaran.
- Mengkaji konsep atau teori yang akan dipelajari oleh siswa.
- Memahami latar belakang dan pengalaman hidup siswa melalui proses pengkajian secara seksama.
- Mempelajari lingkungan sekolah dan tempat tinggal siswa, selanjutnya memilih dan mengkaitkannya dengan konsep atau teori yang akan dibahas dalam proses pembelajaran kontekstual.
- Merancang pengajaran dengan mengkaitkan konsep atau teori yang dipelajari dengan mempertimbangkan pengalaman yang dimiliki siswa dan lingkungan kehidupan mereka.
- Melaksanakan pengajaran dengan selalu mendorong siswa untuk mengkaitkan apa yang sedang dipelajari dengan pengetahuan/pengalaman yang telah dimiliki sebelumnya dan mengkaitkan apa yang dipelajarinya dengan fenomena kehidupan sehari-hari. Selanjutnya siswa didorong untuk membangun kesimpulan yang merupakan pemahaman siswa terhadap konsep/ teori yang sedang dipelajarinya
- Melakukan penilaian terhadap pemahaman siswa. Hasil penilaian tersebut dijadikan sebagai bahan refleksi terhadap rancangan pembelajaran dan pelaksanaannya.
- Pembelajaran menjadi lebih bermakna dan riil. Artinya siswa dituntut untuk dapat menangkap hubungan antara pengalaman belajar di sekolah dengan kehidupan nyata. Hal ini sangat penting, sebab dengan dapat mengorelasikan materi yang ditemukan dengan kehidupan nyata, bukan saja bagi siswa materi itu akan berfungsi secara fungsional, akan tetapi materi yang dipelajarinya akan tertanam erat dalam memori siswa, sihingga tidak akan mudah dilupakan.
- Pembelajaran lebih produktif dan mampu menumbuhkan penguatan konsep kepada siswa karena metode pembelajaran CTL menganut aliran konstruktivisme, dimana seorang siswa dituntun untuk menemukan pengetahuannya sendiri. Melalui landasan filosofis konstruktivisme siswa diharapkan belajar melalui ”mengalami” bukan ”menghafal”.
- Guru lebih intensif dalam membimbing. Karena dalam metode CTL. Guru tidak lagi berperan sebagai pusat informasi. Tugas guru adalah mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja bersama untuk menemukan pengetahuan dan ketrampilan yang baru bagi siswa. Siswa dipandang sebagai individu yang sedang berkembang. Kemampuan belajar seseorang akan dipengaruhi oleh tingkat perkembangan dan keluasan pengalaman yang dimilikinya. Dengan demikian, peran guru bukanlah sebagai instruktur atau ” penguasa ” yang memaksa kehendak melainkan guru adalah pembimbing siswa agar mereka dapat belajar sesuai dengan tahap perkembangannya.
- Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan atau menerapkan sendiri ide–ide dan mengajak siswa agar dengan menyadari dan dengan sadar menggunakan strategi–strategi mereka sendiri untuk belajar. Namun dalam konteks ini tentunya guru memerlukan perhatian dan bimbingan yang ekstra terhadap siswa agar tujuan pembelajaran sesuai dengan apa yang diterapkan semula.
Posted in: EducationPembelajaran Quantum Learning
- Learning To Know yang artinya belajar untuk mengetahui
- Learning To Do yang artinya belajar untuk melakukan
- Learning To Be yang artinya belajar untuk menjadi dirinya sendiri
- Learning To Live Together yang artinya belajar untuk kebersamaan
- Mind Mapping yang artinya peta pikiran.
- Speed Reading yang artinya membaca cepat
- Super Memory System yang artinya menoptimalkan daya ingat
Posted in: EducationPembelajaran Quantum Teaching
- adanya unsur demokrasi dalam pengajaran;
- adanya kepuasan pada diri si anak;
- adanya unsur pemantapan dalam menguasai materi atau suatu keterampilan yang diajarkan; dan
- adanya unsur kemampuan pada seorang guru dalam merumuskan temuan yang dihasilkan si anak, dalam bentuk konsep, teori, model dan sebagainya, (De porter. B, 2004).
- Segalanya berbicara;
- Segalanya bertujuan;
- Pengalaman sebelum pemberian nama;
- Akui setiap usaha; dan
- Jika layak dipelajari, maka layak pula dirayakan.
- Menumbuhkan minat dengan memuaskan “apakah manfaatnya bagiku (pelajar)” dan memanfaatkan kehidupan pelajar;
- Menciptakan atau mendatangkan pengalaman umum yang dapat dimengerti oleh semua pelajar;
- Menamai kegiatan yang akan dilakukan selama proses belajar mengajar dengan menyediakan kata kunci, konser, model, rumus, strategi, sebuah “masukan”;
- Menyediakan kesempatan bagi pelajar untuk menunjukkan (mendemonstrasikan) bahwa mereka tahu;
- Menunjuk beberapa pelajar untuk mengulangi materi dan menegaskan “aku tahu bahwa aku memang tahu ini”;
- Merayakan atas keberhasilan yang sudah dilakukan oleh pelajar sebagai pengakuan untuk penyelesaian, partisipasi, dan pemerolehan keterampilan dan ilmu pengetahuan (De porter B, 2003).
Posted in: EducationTuesday, June 21, 2011
Lakukanlah Kalau Tidak Ingin Menyesal
Lakukanlah Kalau Tidak Ingin Menyesal. Emi Kiyosaki (saudara perempuan Robert T Kiyosaki, penulis buku “Rich Dad, Poor Dad” yang terkenal itu) adalah seorang aktivis yang sering menemani para pasien yang tengah menunggu ajal. Dari kegiatan ini, Emy MENEMUKAN bahwa penyesalan terbesar yang dialami manusia bukanlah atas apa yang dilakukann tapi menyesal atas apa yang TIDAK dilakukan.
Ketika diberi amanah bekerja di perusahaan, banyak yang tidak memberi kontribusi terbaik. Bekerja seadanya, yang penting gajian setiap bulan. “Saat aku diberi pekerjaan menantang oleh perusahaanku, aku malah menghindar, andai kesempatan itu dulu aku ambil maka kehidupanku tidak akan seperti ini jadinya”.
Ada juga yang menyesal, “Ketika kesempatan itu datang, aku takut untuk mengambilnya. Aku terlalu kerdil. ”Ya, memang banyak orang yang menyadari bahwa kesempatan yang sama jarang datang 2 kali. Tapi sayang, kesadaran itu muncul justru saat mereka telah tua.
“Ketika orang-orang yang mencintaiku, pasangan hidupku, anak-anaku meminta perhatianku, aku begitu sibuk dengan diriku dan keberhasilanku sendiri, hingga akhirnya aku menyadari, aku telah kehilangan cinta mereka. Hidupku terasa kering. Bahkan aku tak lagi bisa menemukan makna kehadiran diriku di dunia ini”.
Begitu juga ada yang menyesal tentang hubungannya dengan orang tua. “Saat aku diberi kesempatan merawat orang tuaku, aku malah menyia-nyiakannya. Aku justeru lebih banyak mengeluh, perhatianku tidak 100% kepada mereka. Bahkan kata-kataku sering menyakiti mereka. Saat orang tuaku meninggal, aku baru menyadari bahwa aku telah menjadi anak yang tidak tahu diri.”
Posted in: TipsSaturday, May 21, 2011
Sembilan cara/teknik untuk mencegah dan mengatasi pikiran negatif

Posted in: Tips


Unknown